5 Rahasia Cara Menulis dengan Semangat, Anti Gagal!

0
18
5 Rahasia Cara Menulis dengan Semangat Anti Gagal
(Pic. Source: Pinterest)
5 Rahasia Cara Menulis dengan Semangat Anti Gagal
(Pic source: Pinterest)

Cara Menulis – Bagi beberapa orang, menulis itu seperti momok yang harus dihindari. Tapi, bagi beberapa orang yang lain, menulis itu mengasyikkan. Kamu golongan yang mana nih? Yang jelas, cara menulis harus kamu kuasai jika kamu memang mau berkecimpung di bidang ini.

Saya pribadi, tidak pernah menyangka akan menjadikan menulis sebagai pekerjaan sehari-hari. Tahun-tahun sebelum saya memutuskan menjadi penulis sangat tidak menyenangkan, karena harus melewati kritikan-kritikan pedas, yang beruntungnya, justru membuat saya berbenah.

Akhirnya, menulis menjadi sarana untuk refreshing sekaligus menghasilkan. Asik kan ya? Ada yang begitu? Boleh dong share pengalaman kamu di kolom komentar. Siapa tahu menginspirasi pembaca untuk berkarya melalui tulisan.

Nah, tanpa berpanjang-panjang, langsung aja yuk simak 5 rahasia cara menulis dengan semangat berikut ini. Setelah membacanya, boleh banget kamu share pengalaman setelah mempraktikkannya.

5 rahasia cara menulis dengan semangat anti gagal buat kamu praktekkan sehari-hari

5 Rahasia Cara Menulis dengan Semangat Anti Gagal

  1. Menulislah karena passion, bukan alasan lainnya

Apa alasanmu menulis selama ini? Terpaksa karena tugas? Ingin terkenal dan punya uang banyak? Sebaiknya koreksi dulu alasan dasarnya, tujuan mula-mulanya. Jika hanya ingin terkenal dan meraup uang banyak, maka kamu pasti kecewa dan berhenti menulis jika itu tidak kamu dapatkan.

Nah, ada baiknya, kamu mengubah tujuan awal kamu menulis. Tanpa keinginan dari hari, tulisan yang kamu buat pun tidak akan memilih soul atau roh. Pembaca yang peka pun akan mampu merasakan bahwa tulisan itu tidak lahir dari rasa.

Lalu bagaimana? Ya, pertama-tama, kamu harus “jatuh cinta” dulu dengan kegiatan menulis. Caranya? Carilah kenikmatan atau sisi menyenangkan saat kamu menulis. Masing-masing tentu akan menemukan “kenikmatan ” yang berbeda.

See also  The Scorch Trials

Kalau saya, menulis itu terasa seperti pulang. Seperti yang tertulis di Homepage website saya, “… Menulis itu meredakan, juga terasa seperti pulang. Siapa saja rindu pulang, kan? Kita membiarkan segala rasa reda, termasuk memberi waktu pada luka-luka untuk memulihkan dirinya.”

Kamu pasti merasakan hal berbeda saat menulis. Tapi yang pasti, kamu harus telebih dulu merasakan cinta pada kegiatan menulis.

5 Rahasia Cara Menulis dengan Semangat Anti Gagal

2. Menulis tema yang disukai

Bukan lagi tuntutan klien atau pekerjaan, tetapi menulis tema yang benar-benar disukai, biasanya prosesnya akan lancar, cepat dan menyenangkan. Kalau begitu, kenapa tidak belajar mencintai tema atau demands dari klien atau pekerjaanmu?

Dengan begitu, kamu akan lebih enjoy dan akhirnya, tidak akan ada kata bosan. Namun, jenuh masih mungkin terjadi. Saat jenuh menyerang, kamu perlu menyiasatinya dengan hal-hal yang membuatmu kembali fresh dan merasa siap kembali menghadapi tantangan.

3. Pelajari seni mencintai tema tulisan apapun

Pastinya sulit ya, mencintai kok dipaksa. Tapi, sekali kamu bisa menjalankan seni mencintai tema tulisan apapun, kamu akan selalu enjoy saat klien atau bos meminta menulis tema-tema yang buat kamu “gak banget.”

Tapi bagaimana sih langkah awalnya? Kalau saya, simpel saja. Cukup banyak baca dulu tentang tema yang akan ditulis. Biasanya, rasa malas menulis itu muncul saat kita tidak paham betul tentang tema tersebut.

Coba jika kamu menulis tentang sesuai yang kebetulan kamu tahu banyak. Misalnya, tentang destinasi wisata di Jogja. Kamu yang tinggal di Jogja dan seneng jalan, pasti akan dengan mudah dan dengan senang hati menulisnya.

Tapi, bagaimana dengan teman-teman yang misalnya tinggal di Padang atau Kalimantan? Mereka, tentunya harus banyak membaca dan sering browsing tentang destinasi-destinasi wisata yang ada di Jogja.

See also  Bait-bait Cinta di Santa Monica

Cara lainnya, kamu bisa memberikan sugesti kepada dirimu sendiri dengan hal-hal positif. Misalnya, dengan mengubah pola pikir. Mulai hari ini kamu bisa menanamkan dalam pikiranmu bahwa kamu adalah penulis profesional yang mampu menulis dengan baik tentang apa saja dan klien banyak yang mencarimu karena hasil karyamu.

Ini akan membantu meningkatkan rasa percaya dirimu. Lama-lama, hal itu akan membentuk karaktermu, karena kamu menempatkan diri sebagai penulis yang banyak dicari. Tentu ini bisa memengaruhi hasil tulisanmu. Kualitasnya bisa meningkat seiring berjalannya waktu.

Kamu menulis tidak lagi dipengaruhi oleh mood atau suasana hati. Kegiatan menulis tetap berjalan lancar.

Gak percaya? Cobain deh! 🙂

5 Rahasia Cara Menulis dengan Semangat Anti Gagal

4. Jangan ketinggian berharap

Benar sih, berharaplah setinggi langit. Tapi, kamu perlu realistis. Wajar jika penulis berharap bisa dikenal, menjadi populer dan meraih banyak penghasilan dari profesinya. Namun sayangnya, ini tidak semudah itu, Rudolfo! 😀

Bahkan penulis yang sekarang punya nama, melewati masa-masa tidak dianggap dan ditolak penerbit atau klien. Jadikan kegagalan dalam bentuk apapun itu sebagai semangat dan cambuk untuk semakin memperbaiki kualitas diri.

Ketika kualitas diri meningkat waktu demi waktu, maka tidak mungkin kamu tidak memperoleh yang sudah seharusnya. Ada banyak profesi sebagai penulis yang bisa kamu pilih sesuai panggilan hati kamu.

Mau jadi Content writer, SEO Writer, Creative Writer, Jurnalis atau yang lainnya, kamu akan dengan mudah menyesuaikan diri dan mencapai target menulis sesuai tuntutan.

5. Hindari lekas puas dengan karya sendiri

Apa ini artinya kita layak minder karena karya orang lain banyak yang lebih baik? Oh, memang akan selalu ada orang yang menulis lebih baik darimu, tetapi yang penting, kamu tidak lantas sombong dan berbangga diri padahal baru menerbitkan 1 buku.

See also  Di Hayes Valley, Menghapus Hamartia

Buku pertamamu itu haruslah menjadi “materi branding” yang seharusnya menjadi investasi baik untuk hasil-hasil karyamu selanjutnya. Saya dulu pernah bingung, kok bisa sih orang menulis sepanjang ini dan sepadat ini isinya?

Itu sebelum saja tahu bahwa saya wajib banyak membaca hasil karya penulis-penulis populer untuk bisa menulis dan menemukan “warna” saya sendiri.

Sebenarnya menulis itu juga soal jam terbang. Menulis juga soal memberi waktu untuk membaca. Mustahil bisa menulis dengan baik tanpa senang membaca. Jika belum senang juga membaca, mulailah membangun rasa seneng dengan kegiatan itu.

Banyak membaca akan membuatmu punya lebih banyak kosakata yang akhirnya akan memperkaya isi tulisanmu. Nah, buku apa yang kamu suka? Banyak-banyaklah membaca, karena malas membaca artinya merencanakan gagal untuk menciptakan tulisan yang berkualitas.

5 Rahasia Cara Menulis dengan Semangat Anti Gagal
(Pic. source: Pinterest)

Bagaimana? Sudah punya rencana apa saja yang akan kamu lakukan untuk belajar mencintai dan menulis dengan rasa? Pasti bisa kok. Kamu hanya perlu niat kuat, selalu rindu belajar dan tidak mudah menyerah.

Selamat menulis ya. Selamat menemukan passion kamu yang sesungguhnya. Jangan lupa share pengalaman kamu. Gak harus yang berhasil sih. Pengalaman yang kemudian bikin kamu makin yakin bahwa menulis bukan duniamu juga boleh.

Tapi satu hal yang harus selalu kamu ingat. Saat kamu tidak bisa menyampaikan pendapatmu, atau kondisi mengharuskanmu diam, sementara dalam hati kamu  pengen sekali mengungkapkan, menulis bisa jadi satu cara yang melegakan.

Di fase menulis manapun kamu saat ini, percayalah kamu bisa. Kamu hanya perlu yakin dan kemudian lanjut menyeret semangat. Tunggu-tunggu! Menyeret semangat? Iya betul. Kadang harus kita seret supaya betulan jadi semangat dan bersemangat menjadi gaya hidupmu saat menulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here