Cara Menulis Novel untuk Pertama Kali

0
99
Cara Menulis Novel untuk Pertama Kali yang Bisa Kamu Terapkan

Barangkali kamu sudah membaca banyak buku yang membahas tentang menulis novel. Barangkali kamu bahkan sudah mengikuti kursus menulis untuk bisa mewujudkan impianmu memiliki judul novel sendiri. Dan barangkali bahkan dengan semua informasi yang kamu punya, kamu masih tidak tahu cara menulis novel yang tepat bagi penulis yang masih hijau sepertimu.

Memahami cara menulis novel yang tepat untuk pemula bisa membantu menghilangkan segala bentuk halangan personal yang mungkin menghambatmu. Mungkin ada rasa takut bahwa cerita yang kamu tulis tidak sebagus yang lain.

Itulah yang harus dihilangkan pertama-tama. Jangan bandingkan dirimu dengan penulis kawakan yang sudah mengantongi puluhan judul novel. Jangan bandingkan dirimu dengan penulis lain yang sudah lebih dulu punya nama atau jadi kaya karena karyanya.

Semua orang harus mulai dari satu titik permulaan; penulis terhebat sepanjang masa sekalipun pernah ada di posisimu.

Menelusuri cara menulis novel yang baik bisa menjadi titik awal karirmu di dunia penulisan. Pelajari seluk-beluk menulis novel dari dasar dan jangan pernah merasa bosan atau lelah. Ketekunan adalah kunci utama menjadi penulis kenamaan.

  1. Apakah kamu sudah memahami apa yang kamu tulis dan alasan kamu menulis?

Kenapa kamu menulis dan kenapa memilih novel sebagai bentuk tulisan? Apa definisi sukses menurutmu? Apakah kamu cuma sekadar ingin memegang sebuah buku dengan namamu tercantum sebagai penulisnya? Apakah kamu mau tulisanmu mengubah hidup orang lain? Apakah kamu mau menghasilkan uang dari karyamu? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu, kamu bisa menentukan bentuk tulisanmu, caramu menerbitkannya, dan apakah kamu puas dengan hasil akhirnya.

  1. Apakah kamu tahu dari mana sumber ide untuk ceritamu?

Sebagai penulis, akan ada pertanyaan yang ditujukan kepadamu tentang bagaimana cerita di balik ide novel yang kamu tulis dan kamu sebaiknya bisa menjawab pertanyaan itu dengan fasih. Ide bisa muncul dari mana saja; perhatikan awal mula sebuah ide muncul di kepalamu. Apakah saat itu kamu sedang ada di dalam toko buku? Apakah dari mendengar sepenggal percakapan orang lain atau sepotong judul berita di koran?

  1. Apakah kamu yakin kamu menulis sebuah cerita dan bukan setumpuk kata-kata?
See also  Tak Hanya Bergairah, Novel Dewasa Ini Penuh Inspirasi

Pahami perbedaan antara cerita dan rentetan kalimat. Banyak penulis pemula yang terhambat di bagian ini; mereka cenderung berkutat dengan penggunaan kata yang tepat sampai-sampai melupakan kewajiban bercerita. Kamu mungkin tahu apa yang dimaksud dengan sebuah cerita tetapi kamu baru akan sadar bahwa kamu tidak tahu apa-apa tentang cara bercerita ketika harus menuliskannya.

  1. Apakah tokoh utama ceritamu cukup menarik bagi pembaca?

Seorang pembaca secara teknis harus mengorbankan uang dan waktunya untuk bukumu. Maka itu, pastikan karakter yang kamu ciptakan di dalam novel mampu membuat mereka betah berlama-lama di setiap halaman buku. Menulis novel dengan protagonis lebih dari satu memang menarik, terutama jika kamu punya banyak ide. Akan tetapi, untuk penulis pemula, membuat novel dengan satu tokoh utama yang selaras dengan alur yang ada saja sudah merupakan tantangan berat apalagi harus menyeimbangkan porsi antara beberapa karakter dengan cerita masing-masing yang berbeda satu sama lain. Penggunaan satu tokoh utama juga akan mempermudah pembentukan sudut pandang cerita.

  1. Apakah latar ceritamu sudah sempurna?

Apakah kamu sudah menentukan apa, kenapa, dan di mana sesuatu terjadi pada tokoh utama dalam ceritamu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here