Home Miscellaneous Cara Menulis Puisi yang Bermakna: Hal-hal yang Fundamental

Cara Menulis Puisi yang Bermakna: Hal-hal yang Fundamental

0
113
Cara Menulis Puisi yang Bermakna: Hal-hal yang Fundamental

Menulis puisi adalah salah satu hal tersulit untuk dilakukan oleh seorang penulis. Di satu sisi, Anda diwajibkan memahami tatanan dan cara menulis puisi yang semestinya namun di sisi lain Anda, sebagai seorang seniman, dituntut untuk bisa kreatif. Menulis puisi merupakan sebuah bentuk penyaluran kreativitas yang memuaskan. Akan tetapi, puisi adalah bentuk seni yang spesifik yang mungkin akan cukup memusingkan apabila dipelajari sendiri.

Mempelajari cara menulis puisi yang benar bisa mendatangkan manfaat bagi Anda:

  1. Menulis puisi bisa membantu mempertajam kemampuan Anda dalam membuat penggambaran yang menyeluruh. Sebagai sebuah bentuk tulisan yang didasari oleh gambaran-gambaran atau citra, puisi memungkinkan Anda untuk memperkuat kemampuan abstraksi Anda. Membuat penggambaran dalam bentuk tulisan lain akan menjadi lebih mudah karenanya.
  2. Puisi berformat padat dan berdampak besar. Bahasa yang digunakan dalam puisi cenderung bergaya kuat dengan peniadaan kata-kata yang tidak perlu. Ini pada prosesnya akan melatih Anda untuk menulis dalam bentuk yang lebih panjang dengan gaya yang lebih jelas dan tertata.
  3. Puisi membantu Anda terhubung dengan berbagai macam emosi dengan cara yang lebih nyata. Kecuali Anda menulis sebuah puisi naratif, tidak ada plot yang bisa digunakan untuk menyampaikan emosi. Yang ada hanya emosi itu sendiri untuk disampaikan lewat kata-kata.

Jadi, apa saja cara menulis puisi?

  1. Tipe dan struktur puisi

Secara garis besar, puisi terbagi menjadi puisi naratif dan puisi lirikal. Puisi naratif menggunakan cerita sebagai alat menyampaikan tema. Puisi lirikal mirip dengan sebuah lagu dengan titik berat pada perasaan, adegan, atau kondisi pikiran yang spesifik.

Berdasarkan strukturnya, puisi dibedakan menjadi:

  1. Soneta; puisi pendek dengan 14 baris berima
  2. Haiku; puisi 3 baris, baris pertama 5 suku kata, baris kedua 7, dan baris terakhir 5
  3. Akrostik; puisi yang huruf pertama masing-masing barisnya membentuk satu kata yang mencerminkan tema puisi tersebut
  4. Pantun; puisi 5 baris berima
  5. Epik; puisi panjang dengan tema petualangan seorang pahlawan
  6. Bait; bait merupakan bagian dari puisi tapi juga bisa berdiri sendiri sebagai satu puisi 2 baris berima
  7. Sajak; puisi yang ditulis tanpa mengindahkan aturan baku
  8. Penggambaran
See also  Di Hayes Valley, Menghapus Hamartia

Gunakan kata-kata yang bisa menstimulasi kelima indra pembaca.

  • Bunyi

Bunyi dalam puisi terkait dengan rima namun tidak semata-mata tentang rima. Ada 3 cara memasukkan komponen bunyi dalam puisi: asonansi, aliterasil, dan rima internal.

  • Makna

Struktur, penggambaran, dan bunyi membentuk sisi teknis dari sebuah puisi. Akan tetapi, puisi yang terlalu teknis tanpa makna yang mendalam adalah sebuah kerugian besar. Selami emosi Anda sendiri untuk mencari makna untuk disematkan kepada sebuah kalimat. Carilah cara agar kata-kata yang Anda tulis bisa mendapatkan respons emosional dari pembaca.

  • Tujuan

Pastikan Anda memiliki tujuan dalam menuliskan sebuah puisi. Temukan apa yang Anda ingin pembaca rasakan ketika berinteraksi dengan tulisan Anda. Puisi memang sebuah bentuk tulisan yang sifatnya sering cenderung personal. Akan tetapi, ini tidak otomatis berarti Anda tidak perlu mempedulikan apa yang pembaca pikirkan ketika membaca tulisan Anda. Ini adalah hal yang penting untuk diingat apalagi apabila Anda berniat untuk mempublikasikan karya Anda secara luas. Puisi yang mengesankan dan berdampak besar adalah puisi yang memuat pesan moral yang terbaca dengan baik atau emosi yang tersampaikan dengan indah.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here