Ketahui Apa yang Bisa Kamu Dapatkan dari Mempelajari Cara Menulis Cerpen

0
107
meidyna arrisandi

Kesampingkan dulu keinginan kamu untuk mempelajari cara menulis cerpen. Bukannya buruk mempelajari tips dan trik untuk hal ini; tetapi kalau kamu cuma bisa mempelajari cara tanpa tahu manfaat di baliknya, tulisanmu akan terkesan kaku, terlalu datar, dan mungkin juga dangkal.

Karyamu akan seperti ditulis robot yang cuma tahu urutan dan tata cara tanpa terkesan organik dan alami. Pahami dulu mengapa cerpen bisa menjadi media yang baik untuk kamu belajar menulis—terlebih lagi jika ini adalah pertama kali kamu mencoba menulis.

Menulis cerpen bisa membantu kamu menjadi lebih baik dalam bidang khusus ini. Jika kamu langsung mencoba menulis novel di saat kamu bahkan belum memahami teknik dasar bercerita, kamu bisa-bisa terbelit dalam kerumitan alur yang kamu buat sendiri dan menjadi mudah teralihkan.

Nama-nama besar dalam kancah sastra dunia sekalipun memulai karir mereka dari menulis cerpen. Menguasai teknik menulis cerpen akan membantumu menekuni format tulisan lain.

Memahami cara menulis cerpen dimulai dari nol: Memahami apa itu cerpen. Iya, cerpen adalah cerita pendek, cerita yang pendek.

Tetapi apakah kamu paham mengapa sebuah cerpen bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat untuk membantumu mengasah kemampuan imajinasi?

Dengan cerpen, kamu bisa memampatkan ide-ide yang terkesan sangat besar menjadi suatu tulisan padat yang mengandung segala hal yang kamu bayangkan, tanpa kamu perlu menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikan satu bab.

Dari sisi teknis, berikut ciri-ciri sebuah cerpen:

  1. Jumlah kata tidak lebih dari 7500. Berbagai sumber mencantumkan angka yang berbeda untuk hal ini, tergantung kiblat yang dituju. Tetapi, ini cukup standar. Lebih dari angka ini, maka naskah yang kamu buat akan jatuh ke dalam format novelet atau novela. Kurang dari 1000 kata, maka naskahmu akan berbentuk fiksi kilat.
  2. Cerpen biasanya memiliki satu tokoh utama.
  3. Dalam cerpen, kamu cuma punya ruang terbatas untuk mengeksplorasi struktur cerita tiga-babak seperti novel. Cerpen biasanya menyajikan segmen-segmen pendek yang kemudian diikuti satu kejadian besar yang dialami tokoh utama.
  4. Cerpen biasanya diisi dengan satu plot utama dengan sedikit subplot—atau tanpa subplot sama sekali.
  5. Berbeda dengan novel yang memungkinkan eksplorasi konflik secara kompleks dan mendalam, cerpen biasanya hanya berisi konflik yang bisa diselesaikan dengan cepat dalam waktu singkat.
See also  Di Hayes Valley, Menghapus Hamartia

Ada tujuan jelas mengapa kamu harus mempelajari cara menulis cerpen yang benar (bukan sekadar yang terbaik). Menulis cerpen yang baik bukan semata-mata mengenai menulis satu konflik yang usai dibaca sekali duduk. Mari kita jabarkan dengan singkat:

  1. Menulis cerpen bisa membantu kamu berlatih dan menjadi lebih baik dalam menulis. Kamu juga akan bisa menemukan cara untuk membuat karakter yang utuh, menciptakan ketegangan dan struktur yang baik, merangkai plot yang tertata, dan menyajikan dialog yang kuat.
  2. Menulis cerpen bisa membantu kamu menemukan genre dan tema yang kamu kuasai sebagai seorang penulis. Cerpen memberimu kesempatan untuk mencoba berbagai genre dan mengeksplorasi banyak tema sebelum akhirnya kamu menentukan yang mana yang betul-betul membuatmu tertarik.
  3. Menulis cerpen bisa membantu kamu untuk mencari tahu apakah sebuah ide bisa dikembangkan menjadi hal yang berbeda format atau yang lebih besar. Carilah sebuah tema dan ide lalu tulis menjadi cerpen. Kamu bisa meraba apakah ide tersebut cukup menarik untuk dibuat novel atau tidak. Atau bahkan mungkin kamu bisa mengetahui apabila ide tersebut cukup menantang untuk diangkat ke layar lebar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here