Kompleksitas Film “Ada Apa dengan Cinta”

0
137
ada apa dengan cinta

Ada Apa dengan Cinta (AADC) menjadi salah satu film yang menaikan dunia perfilman Indonesai. Bergenre romance dan mengangkat percintaan anak muda membawa film ini diganderungi oleh remaja pada era dan generasi berikutnya.

Belum lagi penunjukan aktris yang identik dengan kecantikan natural, Dian Sastrowardoyo  dan Nicholas Saputra kian menambah popularitas film yang tayang tahun 2002 tersebut. Saking suksesnya jumlah penonton menembus batas yang ditargetkan. Pengambaran cinta anak sekolah yang digambarkan secara ringan dan mudah dicerna.

Belum lagi keciamikan para pemain di film membuat penonton larut demam AADC. Beberapa tahun yang lalu tepatnya 2006 versi novel dari kisah Cinta dan Rangga berhasil diluncurkan dalam bentuk novel.

Pusat alur masih mengenai kedua cinta remaja tersebut. Dimana karakter Cinta masih tetap cerita dan gemar akan sastra. Disisi bersamaan ia akan bertemu dengan Rangga yang merupakan cowok super kalem yang lebih suka sendirian dan menghabiskan waktu dengan buku.

Perbedaan karakter ini bertemu dalam sebuah projek sekolah bertemakan “puisi”. Pertanyaan yang muncul nilai special apa yang dimiliki oleh AACD versi novel? Bukankah proses penulisan akan jauh lebih sulit karena masyarakat telah mengetahui alur yang kisah ini miliki?

Mengutip dari beberapa sumber, Silvarani penulis yang ditunjuk untuk menovelisasikan film AADC mengaku bahwa dia perlu membaca skenario sekaligus memutar film secara berterus menerus untuk mendapat suasana paling tepat saat proses penulisan.

Pengenalan Karakter Lebih Mendalam

“Ada Apa dengan Cinta” jadi gerbang dari kreatifitas dunia film Tanah Air. Begitu pula dengan keputusan untuk membuatnya dalam bentuk novel. Pada dasarnya pusat dari cerita tetap mengacu pada sosok Cinta dan Rangga. Cinta termasuk karakter gadis SMA yang dipenuhi oleh kasih sayang.

See also  Kita Ngopi, Ngobrol & Menikmati Roti

Mulai dari keluarga yang melimpahinya dengan kasih sayang. Sahabat-sahabat yang selalu ada untuknya, sekaligus popularitas yang ia miliki hingga membuat Cinta dikagumi oleh mayoritas cowok.

Kegemarannya pada dunia puisi membuat Cinta masuk ketua salah satu organisasi sekolah. Dimana ia dan tim harus menyiapkan konten untuk dipasang di mading sekolah.

Disisi lain, Rangga hadir dengan karakter yang jauh berbeda darinya. Pria ini bersikap jutek kepada siapapun. Tatanan rambut ala kadarnya, dan bisa mengacuhkan siapapun tanpa memandang posisi.

Rangga masuk sebagai golongan orang introvert yang tidak suka bersosialisasi selama tak punya tujuan. Tidak heran jika Rangga lebih suka menghabiskan waktu dengan buku dari pada mengobrol dengan manusia lain.

Kedua karakter berbeda ini harus menerima dibertemukan oleh takdir karena kesamaan yang sama. Tepat, puisi menjadi bahas universal yang membawa Cinta mengenal lebih dalam mengenai si Rangga. Beberapa kelucuan juga terlihat dari bagaimana keduanya berinteraksi.

Cinta yang notabene gadis super lincah membuat Rangga memberi penilaian bahwa Cinta adalah perempuan cerewet. Rasa jengkel terselimuti oleh penasaran juga dirasakan Cinta. Gadis cantik ini mengaku bahwa dirinya membenci Rangga.

Namun, secara bersamaan ia tak bisa membohongi perasaan ketika dia tetap ingin melihatnya lebih lama. Meskipun pertemuan Cinta dan Rangga diawali oleh kedongkolan. Tetapi, dari sinilah keduanya akan kerap dipertemukan oleh ketidak sengajaan.

Apalagi sikap Cinta yang dipenuh oleh Rangga yang menurutnya penuh misteri. Pertunjukan keringan cinta ala remaja tergambar jelas dari novel Ada Apa dengan Cinta. Lebih menarik karena di novel pembaca bisa melihat deskripsi lengkap yang dirasakan setiap tokoh.

Bahkan sampai penulis mengambarkan suasana hari setiap sahabat Cinta secara detail. Terutam pada penokohan Milly. Pada film hanya terlihat keterpurukan keluarganya. Namun, dalam novel konflik implit diperlihat secara jelas.

See also  Cara Menulis Cerpen: Poin-poin Mendasar

Perbedaan lain yang juga tak dapat dilihat di film adalah latar belakang dari keluarga Rangga. Tidak tanggung-tanggung Silvarani menovelisasikan film tersebut hingga 192 halaman dengan penulusuran konflik secara mendalam.

Salah satunya, mengungkapan konflik yang ditanggung oleh keluarga Rangga. Kenapa teror bom bisa sampai pada keluarganya? Serta sisi lain yang membentuk Rangga memiliki pribadi pendiam.

Penyingkapan latar belakang ini menuntut penulis menulis kondisi Tanah Air pada saat itu. Perbedaan ini membuat novel Ada Aapa dengan Cinta menerima respon baik dari masyarakat.

Hal ini terlihat dari banyaknya cetakan yang diterbitan. Tidak heran jika banyak sumber yang mengungkap bahwa AADC termasuk gerbang dari kemajuan film Indonesia. Pastinya dengan kehadiran novel bisa memperbanyak koleksi literasi berkualitas yang bisa dibaca generasi.

Rekomenadi novel remaja yang masih berada dalam kungkungan percintaan ala anak SMA. Tak perlu takut karena kompleksitas alur dibalut dengan jelas hingga para pemula bisa membaca dengan baik.

Nuansa Sendu dari Novel Ada Apa dengan Cinta

Sisi lain dari novel adaptasi film ini sangat terlihat. Sebab, penulisnya sendiri menuturkan bahwa ia memperlukan beberapa kali riset untuk menunjang pembangunan suasana. Sehingga tak bisa dimungkiri bahwa novel tersebut memiliki kompleksitas yang cukup rumit.

Rasionalnya film berurasi lebih 2 jam harus dengan ragam latar dan penokohan harus disajikan dalam bentuk tulisan. Sampai disini saja sudah jelas tantangan apa saja yang diterima oleh penulis. Belum lagi pengambaran Rangga dengan ragam kemelut pribadi. Para pecinta novel bisa dipastikan mendapat pengalaman cerita lebih baik.

Sedangkan untuk konflik lebih menyorot pada permasalahan kedua tokoh. Meskipun ringan tidak bisa dimungkiri bahwa “Ada Apa dengan Cinta” berhasil mengaduk perasaan. Semua pasti masih terkenang bagaimana keduanya harus terpisah untuk masa depan lebih baik.

See also  Menari kata: Tempat Rasa Dibacakan dan Puisi Dilagukan

Rangga memutuskan pergi keluar negeri setelah memastikan hubungannya dengan Cinta. Tepat, disini masih terjadi cerita yang mengantung. Namun, tetap melegakan perasaan para penggemar karena kejelasan sudah sedikit terlihat.

Hal yang sama juga terlihat dari pengambaran di novel. Tetapi, disini pembaca bisa lebih melihat bagaimana kedua tokoh berantem dengan diri sendiri.

Terutama untuk Cinta yang sebelumnya berkonflik. Perasaan kian melambung saat Cinta dengan berderai air mata menyusuri bandara guna mencari Rangga. Nuansa sendu makin tergambar karena butuh waktu lama menemukannya sedangkan Cinta belum mengungkapkan apa yang ia rasakan.

Sebelum ending Rangga muncul. Semua pengemar film AADC pasti setuju bahwa disinilah letak klimaks dari semua persoalan yang mendera keduanya. Meskipun tetap saja Rangga meminta pamit untuk pergi. Seriusan, ini jadi suguhan alur komplit yang disuguhkan secara sempurna.

Menurut beberapa sumber Novel Ada Apa dengan Cinta sudah memasuki cekatakan ketiga. Ia diluncurkan bersamaan peluncuran film AADC 2. Tentu saja ini menjadi kejuatan double untuk para penggemar.

Mengingat sequel ini akan menyuguhkan sudut pandang yang berbeda. Dimana karakter Cinta akan tetap dimainkan oleh Dian Sastro dan Rangga terpegang kuat oleh Nicholas Saputra. Sehingga bagi Anda yang sekarang bingung memulai literasi. Tidak ada salahnya untuk memilih novel ini sebagai awal menyenangkan.

Film soal rasa selalu menarik minat penonton, apalagi soal cinta. Siapa yang sampai sekarang masih menggandrungi Ada Apa dengan Cinta?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here